Sabtu, 28 Mei 2016

TUGAS MAKALAH PENGEMBANGAN SILABUS



MENGIDENTIFIKASI MATERI PEMBELAJARAN DAN PEMETAAN KOMPETENSI
Makalah Ini Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Pengembangan Silabus
Dosen Pengampu :
                                            Dr. Dadang Gani, M.Ag       

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhsBPZj2ydEG9XMvqzLpZ4dSyKrmvdDhFJ71QwmMOezvowVZ3hOkBdIXPVIsBUoI89m2kBMo4paGGuJ9h3PF760X7_6lZrilnb0QgMf2SLSnBhMfobZpcVbjS2KNLeYAO1LYK2fWzsOIdoe/s1600/Logo+IAID.jpg

Oleh :
ISMI NAVILAH
13.03.2882

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM DARUSSALAM
2016





 
KATA PENGANTAR

            Puji syukur kami panjatkan kepada dzat الله SWT yang Maha  Agung yang telah memberikan kita beribu-ribu nikmat, nikmat iman, islam dan juga nikmat sehat. Sholawat serta salam semoga tercurah limpahkan kepada nabi akhir zaman, pemimpin revolusi islam sedunia, pembawa manusia dari era kejahiliyahan menuju ke era yang penuh dengan ilmu pengetahuan yakni nabi Muhammad saw, kepada sahabat, tabi’intabi’at, dan mudah-mudahan sampai kepada kita selaku umatnya. Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Mengidentifikasi Materi Pembelajaran dan Pemetaan Kompetensi”
Kami menyadari bahwa makalah ini mempunyai banyak kekurangan. Oleh kerena itu kami selaku penyusun sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk memperbaikin makalah kami selanjutnya. Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih.


Ciamis,  Mei 2016
                                                                                          
                                                                                                                                      Penulis



                                                         




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...................................................................................
DAFTAR ISI..................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN..............................................................................
A. Latar Belakang...............................................................................
B. Rumusan Masalah..........................................................................
C. Tujuan Penulisan...........................................................................
BAB II PEMBAHASAN...............................................................................
            A.  Definisi Indikator.........................................................................
B.   Fungsi Indikator...........................................................................
C.   Manfaat Indikator........................................................................
D.  Mekanisme Pengembangan Indikator..........................................

BAB III PENUTUP.......................................................................................
A. Simpulan........................................................................................
B. Saran..............................................................................................
DAFTAR PUSTAKA....................................................................................
i
ii
1
1
1
1
2
2
2
3
3

8
8
8
9






                                                                BAB I 
PENDAHULUAN
  1. Latar Belakang
Salah satu istilah yang relatif baru di telinga para guru dan praktisi pendidikan seiring dengan berlakunya Kurikulum 2013 di pertengahan Juli 2013 lalu adalah Kompetensi Inti (KI) yang pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 tidak ditemukan. Ada sebagian orang menafsirkan bahwa KI menggantikan istilah untuk Standar Kompetensi (SK) pada KTSP 2006. Mereka umumnya sepakat bahwa KI dan SK itu sama  saja, karena sama-sama menghasilkan kompetensi turunannya atau disebut Kompetensi Dasar (KD). Kedengarannya apa pun itu yang sedang berkembang dalam benak guru dan para praktisi pendidikan atau masyarakat sekali pun, kenyataannya pemerintah mengarahkan pendidikan sekarang ini dengan memberlakukan kurikulum terbaru.
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemdikbud) harus menunjukkan sikap khususnya pada guru yang diyakini sebagai pioner dalam pelaksanaan Kurikulum 2013. Oleh sebab itu, sosialisasi dan pemantapan pelaksanaan Kurikulum 2013 terus dilakukan melalui sejumlah riset dan Diklat guna mensukseskan implementasi Kurikulum 2013. 

  1. Rumusan Masalah
Agar Memperjelas dalam pembahasan maka penyusun merumuskan masalah sebagi berikut:
a.       Apa Definisi Indikator?
b.      Apa Fungsi Indikator?
c.       Apa Manfaat Indikator?
d.      Bagaimana Mekanisme Pengembangan Indikator?

  1. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah:
a.       Mengetahui Definisi Indikator.
b.      Mengetahui Fungsi Indikator.
c.       Mengetahui Manfaat Indikator.
d.      Memahami Mekanisme pengembangan Indikator.
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Indikator
Indikator merupakan penanda pencapaian KD yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.
Dalam mengembangkan indikator perlu mempertimbangkan: (1) tuntutan kompetensi yang dapat dilihat melalui kata kerja yang digunakan dalam KD; (2) karakteristik mata pelajaran, peserta didik, dan sekolah; dan (3) potensi dan kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan lingkungan/ daerah.
Dalam mengembangkan pembelajaran dan penilaian, terdapat dua rumusan indikator, yaitu: (1) indikator pencapaian kompetensi yang dikenal sebagai indikator; dan (2) indikator penilaian yang digunakan dalam menyusun kisi-kisi dan menulis soal yang di kenal sebagai indikator soal.
Indikator dirumuskan dalam bentuk kalimat dengan menggunakan kata kerja operasional. Rumusan indikator sekurang-kurangnya mencakup dua hal yaitu tingkat kompetensi dan materi yang menjadi media pencapaian kompetensi.
B.     Fungsi Indikator
Indikator memiliki kedudukan yang sangat strategis dalam mengembangkan pencapaian kompetensi berdasarkan KI-KD. Indikator berfungsi sebagai berikut:
1. Pedoman dalam mengembangkan materi pembelajaran.
Pengembangan materi pembelajaran harus sesuai dengan indikator yang dikembangkan. Indikator yang dirumuskan secara cermat dapat memberikan arah dalam pengembangan materi pembelajaran yang efektif sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, potensi dan kebutuhan peserta didik, sekolah, serta lingkungan.
2. Pedoman dalam mendesain kegiatan pembelajaran.
Desain pembelajaran perlu dirancang secara efektif agar kompetensi dapat dicapai secara maksimal. Pengembangan desain pembelajaran hendaknya sesuai dengan indikator yang dikembangkan, karena indikator dapat memberikan gambaran kegiatan pembelajaran yang efektif untuk mencapai kompetensi. Indikator yang menuntut kompetensi dominan pada aspek prosedural menunjukkan agar kegiatan pembelajaran dilakukan tidak dengan strategi ekspositori melainkan lebih tepat dengan strategi discovery-inquiry.
3. Pedoman dalam mengembangkan bahan ajar.
Bahan ajar perlu dikembangkan oleh guru guna menunjang pencapaian kompetensi peserta didik. Pemilihan bahan ajar yang efektif harus sesuai tuntutan indikator sehingga dapat meningkatkan pencapaian kompetensi secara maksimal.
4. Pedoman dalam merancang dan melaksanakan penilaian hasil belajar.
Indikator menjadi pedoman dalam merancang, melaksanakan, serta mengevaluasi hasil belajar, Rancangan penilaian memberikan acuan dalam menentukan bentuk dan jenis penilaian, serta pengembangan indikator penilaian. Pengembangan indikator penilaian harus mengacu pada indikator pencapaian yang dikembangkan sesuai dengan tuntutan KI dan KD.

C.    Manfaat Indikator Penilaian
Indikator Penilaian bermanfaat bagi : (1) guru dalam mengembangkan kisi-kisi penilaian yang dilakukan melalui tes (tes tertulis seperti ulangan harian, ulangan tengah semester, dan ulangan akhir semester, tes praktik, dan/atau tes perbuatan) maupun non-tes; (2) peserta didik dalam mempersiapkan diri mengikuti penilaian tes maupun non-tes. Dengan demikian siswa dapat melakukan self assessment untuk mengukur kemampuan diri sebelum mengikuti penilaian sesungguhnya; (3) pimpinan sekolah dalam memantau dan mengevaluasi keterlaksanaan pembelajaran dan penilaian di kelas; dan (4) orang tua dan masyarakat dalam upaya mendorong pencapaian kompetensi siswa lebih maksimal.

D.    Mekanisme Pengembangan Indikator
1. Menganalisis Tingkat Kompetensi dalam KI dan KD.
Langkah pertama pengembangan indikator adalah menganalisis tingkat kompetensi dalam KI dan KD. Hal ini diperlukan untuk memenuhi tuntutan minimal kompetensi yang dijadikan standar secara nasional. Sekolah dapat mengembangkan indikator melebihi standar minimal tersebut.
Tingkat kompetensi dapat dilihat melalui kata kerja operasional yang digunakan dalam KI dan KD. Tingkat kompetensi dapat diklasifikasi dalam tiga bagian, yaitu tingkat pengetahuan, tingkat proses, dan tingkat penerapan. Kata kerja pada tingkat pengetahuan lebih rendah dari pada tingkat proses maupun penerapan. Tingkat penerapan merupakan tuntutan kompetensi paling tinggi yang diinginkan. Klasifikasi tingkat kompetensi berdasarkan kata kerja yang digunakan disajikan dalam tautan ini.
Selain tingkat kompetensi, penggunaan kata kerja menunjukan penekanan aspek yang diinginkan, mencakup sikap, pengetahuan, serta keterampilan. Pengembangan indikator harus mengakomodasi kompetensi sesuai tendensi yang digunakan KI dan KD. Jika aspek keterampilan lebih menonjol, maka indikator yang dirumuskan harus mencapai kemampuan keterampilan yang diinginkan.
Klasifikasi kata kerja berdasarkan aspek kognitif, Afektif dan Psikomotorik disajikan dalam tautan ini.

2. Menganalisis Karakteristik Mata Pelajaran, Peserta Didik, dan Sekolah
Pengembangan indikator mempertimbangkan karakteristik mata pelajaran, peserta didik, dan sekolah karena indikator menjadi acuan dalam penilaian. Sesuai Peraturan Pemerintah nomor 32 tahun 2013, karakteristik penilaian kelompok mata pelajaran adalah sebagai berikut.
Kelompok Mata Pelajaran
Mata Pelajaran
Aspek yang Dinilai
Agama dan Akhlak Mulia
Pendidikan Agama
Afektif dan Kognitif
Kewarganegaraan dan Kepribadian
Pendidikan Kewarganegaraan
Afektif dan Kognitif
Jasmani Olahraga dan Kesehatan
Penjas Orkes
Psikomotorik, Afektif, dan Kognitif
Estetika
Seni Budaya
Afektif dan Psikomotorik
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Matematika, IPA, IPS Bahasa, dan TIK.
Afektif, Kognitif, dan/atau Psikomotorik sesuai karakter mata pelajaran

Setiap mata pelajaran memiliki karakteristik tertentu yang membedakan dari mata pelajaran lainnya. Perbedaan ini menjadi pertimbangan penting dalam mengembangkan indikator. Karakteristik mata pelajaran bahasa yang terdiri dari aspek mendengar, membaca, berbicara dan menulis sangat berbeda dengan mata pelajaran matematika yang dominan pada aspek analisis logis. Guru harus melakukan kajian mendalam mengenai karakteristik mata pelajaran sebagai acuan mengembangkan indikator. Karakteristik mata pelajaran dapat dikaji pada dokumen standar isi mengenai tujuan, ruang lingkup dan KI serta KD masing-masing mata pelajaran.
Pengembangkan indikator memerlukan informasi karakteristik peserta didik yang unik dan beragam. Peserta didik memiliki keragaman dalam intelegensi dan gaya belajar. Oleh karena itu indikator selayaknya mampu mengakomodir keragaman tersebut. Peserta didik dengan karakteristik unik visual-verbal atau psiko-kinestetik selayaknya diakomodir dengan penilaian yang sesuai sehingga kompetensi siswa dapat terukur secara proporsional.
Karakteristik sekolah dan daerah menjadi acuan dalam pengembangan indikator karena target pencapaian sekolah tidak sama. Sekolah kategori tertentu yang melebihi standar minimal dapat mengembangkan indikator lebih tinggi. Termasuk sekolah bertaraf internasional dapat mengembangkan indikator dari KI dan KD dengan mengkaji tuntutan kompetensi sesuai rujukan standar internasional yang digunakan. Sekolah dengan keunggulan tertentu juga menjadi pertimbangan dalam mengembangkan indikator.

3. Menganalisis Kebutuhan dan Potensi
Kebutuhan dan potensi peserta didik, sekolah dan daerah perlu dianalisis untuk dijadikan bahan pertimbangan dalam mengembangkan indikator. Penyelenggaraan pendidikan seharusnya dapat melayani kebutuhan peserta didik, lingkungan, serta mengembangkan potensi peserta didik secara optimal. Peserta didik mendapatkan pendidikan sesuai dengan potensi dan kecepatan belajarnya, termasuk tingkat potensi yang diraihnya.
Indikator juga harus dikembangkan guna mendorong peningkatan mutu sekolah di masa yang akan datang, sehingga diperlukan informasi hasil analisis potensi sekolah yang berguna untuk mengembangkan kurikulum melalui pengembangan indikator.

4.  Merumuskan Indikator
Dalam merumuskan indikator perlu diperhatikan beberapa ketentuan sebagai berikut:
  1. Setiap KD dikembangkan sekurang-kurangnya menjadi tiga indikator
  2. Keseluruhan indikator memenuhi tuntutan kompetensi yang tertuang dalam kata kerja yang digunakan dalam KI dan KD. Indikator harus mencapai tingkat kompetensi minimal KD dan dapat dikembangkan melebihi kompetensi minimal sesuai dengan potensi dan kebutuhan peserta didik.
  3. Indikator yang dikembangkan harus menggambarkan hirarki kompetensi.
  4. Rumusan indikator sekurang-kurangnya mencakup dua aspek, yaitu tingkat kompetensi dan materi pembelajaran.
  5. Indikator harus dapat mengakomodir karakteristik mata pelajaran sehingga menggunakan kata kerja operasional yang sesuai.
  6. Rumusan indikator dapat dikembangkan menjadi beberapa indikator penilaian yang mencakup ranah sifiritual, social, pengetahuan dan keterampilan.

5. Mengembangkan Indikator Penilaian
Indikator penilaian merupakan pengembangan lebih lanjut dari indikator (indikator pencapaian kompetensi). Indikator penilaian perlu dirumuskan untuk dijadikan pedoman penilaian bagi guru, peserta didik maupun evaluator di sekolah. Dengan demikian indikator penilaian bersifat terbuka dan dapat diakses dengan mudah oleh warga sekolah. Setiap penilaian yang dilakukan melalui tes dan non-tes harus sesuai dengan indikator penilaian.
Indikator penilaian menggunakan kata kerja lebih terukur dibandingkan dengan indikator (indikator pencapaian kompetensi). Rumusan indikator penilaian memiliki batasan-batasan tertentu sehingga dapat dikembangkan menjadi instrumen penilaian dalam bentuk soal, lembar pengamatan, dan atau penilaian hasil karya atau produk, termasuk penilaian diri.


















 
  


BAB III
PENUTUP
  1. Kesimpulan
Indikator merupakan penanda pencapaian KD yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.
Dalam mengembangkan indikator perlu mempertimbangkan:
(1) tuntutan kompetensi yang dapat dilihat melalui kata kerja yang digunakan dalam KD;
(2)  karakteristik mata pelajaran, peserta didik, dan sekolah;
(3) potensi dan kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan lingkungan/ daerah.

  1. Saran
Demikianlah dalam hal ini penulis akhiri makalah ini tak lupa mohon maaf kepada semua pihak, kritik dan saran penulis harapkan demi perbaikan penulisan makalah ini selanjutnya.









 



DAFTAR PUSTAKA
Adaptasi dan disarikan dar: Depdiknas. 2008. Panduan Pengembangan Indikator










 

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar